Siswa SMA Boarding Al Irsyad Al Islamiyyah Purwokerto Taklukkan Gunung Sinai


Kehidupan bagaikan mendaki gunung. Pendakian kali ini berbeda karena dilakukan bersama teman-teman seperjuangan. Inilah cerita dari anak-anak. Dari awal telah kami data siswi yang memutuskan untuk naik unta meskipun awalnya mereka takut untuk naik unta dengan waktu yang cukup lama.

Selain itu, ada dua putra yang awalnya diarahkan naik unta tetapi akhirnya meyakinkan hati untuk berjalan bersama. Ada pula cerita dua siswa yang sakit mendadak di malam harinya. Namun, mereka tetap mau ikut dan ingin jalan kaki tidak mau naik unta. Semua berhasil sampai ke puncak Gunung Sinai dan kembali dengan penuh kenangan yang indah, meskipun saat dilalui ada ketakutan, kedinginan, rasa cemas, lelah, dan lainnya.

Ternyata hanya dengan yakin, semua bisa diatasi dan dilalui. Yakin kepada-Nya maka berbagai potensi akan kita miliki serta solusi-solusi bermunculan dari arah yang tidak diduga-duga. Inilah pelajaran yang didapat dari keyakinan anak-anak saat pendakian.
Cuaca yang diprediksi baik menurut ilmu manusia, ternyata berbalik 180 derajat.Pendakian di awali dengan cuaca yang sebenarnya enak. Di tengah perjalanan menuju pos 1 , hujan turun dari rintik sampai hujan deras disertai petir dan hujan es. Kondisi ini membuat semua harus berlindung di pos 1. 

Sempat terpikir untuk kembali saja, tetapi anak-anak meyakinkan kembali untuk tetap naik ditambah konsultasi kepada orang yang ada di sana.  Diputuskan bahwa perjalanan bisa diteruskan lagi. Ternyata di puncak masih mendung sehingga sunrise yang diharapkan akan terlihat malah tidak ada. Namun, turunlah salju yang sangat langka kami rasakan seperti  di Eropa misalnya. Semuanya tidak menyangka karena ini sudah bukan  musim dingin. Setiap anak pun mengabadikan momen tersebut. 

"Banyak rintangan dalam hidup yang ternyata bisa diselesaikan dengan kerja tim yang baik dan menerima segala kejadian yang tidak pernah dibayangkan dengan ridha. Ini menjadi latihan terkait rukun iman ke enam".

Hal ini yang membuat kami bangga kepada seluruh siswa-siswi angkatan 3. Kerjasama tim yang baik dan formasi pendakian kami bagi menjadi empat.  Tim unta terdiri atas 15 siswi yang dipimpin oleh ketua markaz firdaus. Tim pejuang terdiri atas siswa yang mendaki barisan awal dan ada 16 siswa di bawah pimpinan ikhwan dan hafiyan. Tim siswi berjumlah 11  yang melakukan pendakian dengan berjalan. Tim penyabar berjumlah 12 siswa yang berjalan paling belakang dan menemani siswa lainnya yang tidak bisa mendaki secepat yang lainnya.

Alhamdulillah akhirnya semua berhasil mencapai puncak pukul 05.30.

Sinai, 30 Maret 2019

#sinaisaratperjuangan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sosialisasi Program 3 Bulan Sekolah di Mesir