AABS Purwokerto mengintegrasikan Alquran dan Sains


KOMITMEN menjadikan Alquran sebagai sumber pendidikan agama dan sains tampak sungguh-sungguh sedang diwujudkan oleh Pondok Pesantren Al Irsyad Al Islamiyyah Boarding School (AABS) Purwokerto. Hal ini diungkapkan oleh ustaz Alex Nanang Agus Sifa, S.UD., mudir/kepala AABS selepas kunjungannya ke Mesir pekan lalu.

“Saya menyaksikan sendiri bukti-bukti kemajuan Islam pada masa lalu disebabkan konsistensi para ilmuwan muslim dalam menjadikan Alquran sebagai rujukan utama. Mereka berusaha menunjukkan kebenaran Alquran dengan mengembangkan sains dan teknologi pada saat itu. Mereka dulu telah berhasil dengan dibuktikannya ilmuan Barat yang belajar dengan mereka, dan mari kita buktikan sekarang bahwa generasi Islam saat ini juga bisa mewujudkan kembali masa keemasan itu,” tutur ustaz Alex.

AABS yang memiliki jenjang pendidikan SMP dan SMA ini sejatinya mengikuti kurikulum SMP dan SMA kementerian pendidikan nasional, meskipun demikian nilai-nilai Alquran melandasi setiap materi pembelajaran. 

“100 persen jam pelajaran dimanfaatkan oleh para guru untuk mengajarkan agama dan sains sekaligus. Ini adalah integrasi Alquran dan sains, keduanya tidak dapat dipisahkan. Kami telah melihat, semakin dalam siswa mempelajari Alquran maka semakin kuat pula gairahnya untuk mempelajari sains” terangnya.

Menurutnya, keberhasilan integrasi ini terkait erat dengan penguasaan skill bahasa Arab dan Inggris. Bahasa Arab adalah tool untuk mempelajari Alquran dan kitab-kitab karya ilmuwan muslim dari zaman Rasulullah saw. hingga zaman keemasan Islam. Demikian pula bahasa Inggris untuk mempelajari sains dan teknologi modern.

“Bahasa Arab dan Inggris merupakan skill yang wajib dimiliki siswa AABS. Mereka dibimbing agar menguasainya pada tahun pertama sehingga dapat langsung menyesuaikan diri dengan pembelajaran di AABS” lanjut ustaz Alex. “Lebih dari itu, dengan kemampuan bahasa asing maka para siswa akan lebih mudah untuk melanjutkan kuliah di universitas bergengsi di Timur Tengah maupun di Eropa ataupun Amerika”


Mandiri dan Berprestasi

Keunggulan AABS sebagai pondok pesantren diantaranya mendidik siswa untuk mandiri, yakni mandiri dalam mengurus diri sendiri dan mandiri dalam mengelola program-program sosial. Terlebih, setiap siswa dilatih untuk mampu tampil sebagai dai sekaligus terampil dalam melibatkan diri untuk mencari solusi persoalan masyarakat dan umat. 

AABS mendorong dan memfasilitasi siswa untuk berprestasi di bidang ilmu agama dan sains, juga mampu mengaplikasikan ilmunya sebagai solusi bagi ummat, mereka akan tampil sebagai bukti bahwa Islam adalah rahmatan lil alamin, sebagai rahmat bagi seluruh alam.

Setiap siswa sesuai potensinya akan mendapat kesempatan untuk belajar tampil dalam ajang-ajang lomba tingkat lokal hingga nasional dan internasional. “Mengikutkan siswa ke ajang lomba merupakan strategi praktis untuk mengasah dan mengukur kualitas siswa sekaligus membuka wawasan siswa agar lebih mahir dalam memahami masyarakat dan umat,” terang ustaz Alex.

“Karena apapun profesi mereka kelak, apakah menjadi dokter, profesor, pengusaha dan lain sebagainya, mereka akan tetap konsisten sebagai penghafal Alquran, yang kuat imannya dan menjaga amal-amal salehnya. Dan tak kalah penting, mereka kelak adalah para pemimpin yang akan membawa pencerahan bagi umat dan sebagi pelita dalam kemajuan agama dan bangsa." lanjut ustaz Alex.[]

Postingan populer dari blog ini

Sosialisasi Program 3 Bulan Sekolah di Mesir