SISWA AABS (Al Irsyad Al Islamiyyah Boarding School Purwokerto) MENGGELAR “MALAM MIE”



Siapapun pasti menyukai yang namanya mie, betulkan? Rasanya yang gurih, baunya yang khas membuat siapapun yang menciumnya ingin mencoba mencicipinya. Tak jarang di antara kita pun ada yang menghabiskannya hingga meneguk tetesan kuah terakhirnya. Dibalik kenikmatannya, kita pun sebenarnya mengetahui bahayanya ! memang dampak negatifnya tidak akan terasa setelah kita memakannya tapi apa yang kita konsumsi akan tertimbun dalam tubuh kita dan saat tubuh sudah tak mampu menampung dan membentenginya lagi, maka terjadilah yang harusnya terjadi. Saat itu yang ada hanya penyesalan...


            Untuk mengantisipasi kesenangan yang kita punya yaitu makan mie, tentu jika langsung kita tinggalkan 100% jiwa serasa masih memberontak. Agar jiwa tetap tenang, keinginan pun masih tercapai yang kita perlukan saat ini hanya mengontrol. Jika biasanya dalam seminggu kita makan mie kapan pun kita mau, ada yang 7 kali, 10 kali, 5 kali atau bahkan tak terhitung. Maka di AABS hanya membolehkan seluruh siswinya untuk makan, mencicipi mie ini satu kali dalam seminggu yaitu malam ahad. Itu pun tidak bersifat wajib lho, hanya bagi siapa saja yang belum bisa menahan keinginannya untuk makan mie instan dan hanya satu bungkus mie saja.
            Karena hanya satu kali dalam seminggu, maka kami menamakan malam ahad dengan malam “mie”, suasana menghebohkan dan menyenangkan pun tercipta. Mulai dari seorang anak berkeliling mengumumkan, “siapa yang mau makan mie, mari kita masak bersama-sama!”, ada pula yang mengumumkan, “mie...mie...mie!”. Akhirnya hampir setengah siswi keluar beramai-ramai mengeluarkan mie nya. Dan bagi yang tak mempunyai mie, tak jarang siswi lain menawarkan mie kepunyaannya kepada temannya...meskipun diakhiri dengan kalimat, “nanti diganti ya di akhir bulan, hehehe...”

            Strategi ini alhamdulillah ampuh untuk mengikis kegemaran siswi terhadap makanan yang satu ini. Kesenangan mereka untuk makan mie tetap ada batasnya dengan jumlah yang minim pula. Tapi tak jarang beberapa siswi lupa bahwa malam ini adalah malam mie, sehingga kesempatan mereka hilang untuk makan mie. Dan pastinya mereka harus menunggu satu minggu lagi untuk dapat mencicipi semangkuk makanan yang bernama mie... Jadi teman, saat Anda ingin meninggalkan sebuah kebiasaan buruk, bentuklah sebuah komunitas yang mau sama-sama memperjuangkan itu. Karena berusaha bareng-bareng lebih terasa ringan dibandingkan sendiri, di sana ada proses saling menasehati dan mengingatkan dengan gaya atau style komunitas Anda, salah satunya tentu dengan bergabung bersama Kami di AABS.  Wallahu a’lam bi ash-shawwab

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sosialisasi Program 3 Bulan Sekolah di Mesir