SISWA AABS (Al Irsyad Al Islamiyyah Boarding School Purwokerto) MEMBUMIKAN KERJASAMA TIM



Jauh dari orang tua, ternyata membuat para siswa AABS lebih dewasa dalam bersikap, salah satunya terwujud dengan sebuah kesadaran diri, bahwa saya adalah makhluk sosial yang pasti membutuhkan orang lain. Sepintar apapun saya, sekaya apapun saya, secantik apapun saya, pasti ada kelebihan dan kekurangannya, yang menjadi PR adalah bagaimana kita selaku muslim mencari rangkaian puzzle lainnya, sehingga akhirnya membuat sebuah gambar yang indah. Dan itu semua mustahil terwujud kecuali dengan adanya kerjasama yang solid!


Pagi itu, di kala orang-orang di belahan dunia lainya masih asyik berbaring di bawah selimut hangatnya, Kami siswa AABS bekerjasama untuk menciptakan lingkungan boarding yang nyaman untuk dihuni, menyenangkan untuk dipandang dan menentramkan untuk dirasa. Dengan menanggalkan semua pakaian malas, kami pun mengangkat batu-batu secara estafet sehingga membentuk sebuah barisan yang indah dilihat. Canda tawa menghiasi wajah para siswa, yang sebenarnya Kami pun menyadari bahwa mereka tengah berusaha melawan rasa kantuk. Kurang dari dua puluh menit, akhirnya taman impian sakan boarding putra pun terbentuk, meskipun tidak seindah taman-taman yang ada di dunia, namun karya seni ini sangat berarti karena perjuangan para siswa yang bekerjasama untuk mendirikannya.
Tak berhenti dalam menciptakan taman saja, para siswa AABS pun bekerjasama dalam berbagai hal lainnya, yaitu dalam menjaga kebersihan sakan. Di mulai dari hal yang terkecil yaitu merapihkan sandal, merapihkan tempat sabun, merapihkan kasur, dan merapihkan lemari mereka. Semuanya terasa ringan tatkala dilakukan bersama-sama, waktu sejam bisa menjadi lima belas menit. Bahwa pekerjaan yang harusnya memakan waktu sehari bisa menjadi 3 atau 4 jam saja jika dilakukan dengan bersama-sama. 



Mengapa Islam sangat menjunjung tinggi kerjasama antar muslim sampai digambarkan hubungan kita sesama muslim layaknya sebuah tubuh, yang satu sama lainnya sangat bergantung kepada yang lainnya, ternyata ada sebuah rahasia di dalamnya yaitu pengikisan rasa sombong atau rasa bahwa saya adalah orang yang paling kuat, pintar atau paling berpengaruh. Semuanya sama di hadapan Allah dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Adanya kekurangan agar saling melengkapi satu sama lain, adanya kelebihan yang dimiliki agar saling bersinergi untuk membentuk sebuah kekuatan jama’i demi membumikan ajaran Islam di muka bumi ini. 





Banyak pesan-pesan moral yang terkandung pada setiap kegiatan yang dilakukan oleh para siswa siswi AABS. Yang nampaknya sepele bagi siapa pun yang melihat atau membacanya, namun sarat dengan arti bagi yang langsung mempraktekkannya. Mental inilah yang ingin Kami bangun perlahan dari seluruh siswa siswi AABS yaitu terbentuknya mental “amali” bukan sekedar mental “ilmi” saja. Karena mengamalkan sesuatu yang telah diketahui dan diyakini amatlah berat. Wallahu a’am bi ash-shawwab.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sosialisasi Program 3 Bulan Sekolah di Mesir