Belajar Pupuk Organik Cair; Ekstra Hidroponik Siswa AABS Purwokerto



Pernahkah Anda mendengar farm story ? Farm Ville 2 ? Bagi para penggemar game dalam aplikasi android tentu sudah tak asing lagi mendengar dua jenis game tersebut. Ya, kedua game ini adalah  salah satu dari sekian banyak game yang mengusung tema pertanian, uniknya dalam game farm ville 2, para penikmat game diajak bercocok tanam di daerah yang bersalju, yang menurut logika manusia bercocok tanam di daerah dengan suhu yang terlalu dingin tidaklah cocok.
Kita memang tidak akan membahas bagaimana cara memainkan game tersebut, tapi yang akan kita bahas adalah bagaimana kita mengalihkan asyiknya bermain dalam dunia maya ke dalam dunia nyata, hal Inilah yang Kami lakukan sebagai salah satu program di Al-Irsyad Al-Islamiyyah Boarding School Purwokerto, yaitu back to nature. 


Program ini berbentuk permainan layaknya game yang sering kita mainkan. Dalam jangka waktu satu semester para siswa ditantang untuk menciptakan sebuah lahan pertanian sederhana. Yang membedakannya adalah gedung yang kini ditempati para siswa boarding kurang kondusif untuk dijadikan lahan bertani. Namun di sinilah tantangan yang akan dihadapi para siswa, yaitu meremake lingkungan boarding menjadi sesuatu yang menyejukkan untuk dipandang. Episode satu diawali dengan tantangan POC (Pupuk Organik Cair), POC adalah salah satu jenis pupuk yang memanfaatkan sebuah media yang pasti sering kita jempai, yaitu buah-buahan atau sayuran busuk. pada episode ini para siswa diminta untuk membuat langsung POC yang ke depannya dengan POC inilah tanaman yang ditanam dengan hasil sendiri akan mendapatkan nutrisi yang semua bahannya alami tanpa ada campuran kimiawi sedikit pun. Berikut adalah alat dan bahan untuk membuat pupuk alami ini yang bisa teman-teman pembaca coba juga.
Alat dan Bahan
-          Pepaya 1 kg (bisa buah-buahan atau sayuran lainnya)
-          Gula merah ½ kg
-          Air kelapa 1l
-          Air cucian beras ½ l
-          Ember (ukuran kecil)
-          Cutter

 Proses Pembuatan :
1.       Pepaya dipotong kecil-kecil
2.       Gula merah dicairkan
3.       Campurkan semua bahan menjadi satu sambil diaduk menggunakan tangan
4.       Simpan di dalam ember lalu didiamkan selama 2 minggu.



Seluruh siswa tampak begitu antusias saat melakukan proses pembuatan awal ini. Ada yang awalnya merasa jijik, namun akhirnya berhasil melawan rasa jijiknya karena kepenasarannya yang tinggi. Adapula yang tak canggung langsung meremas pepaya dan seluruh bahan lainnya, baginya belajar tidak mengenal kata kotor. “Kotor tak mengapa, setelahnya bisa dibersihkan, tapi kalau sampai rasa jijik mengalahkan diri kita untuk mendapatkan sebuah pengalaman baru, itu baru yang musibah!”, ungkap salah seorang siswa boarding.
Setelah proses pembuatan awal dilakukan maka masuk kepada tugas selanjutnya, yang sebenarnya lebih berat, yaitu setiap harinya ada yang harus mengecek dan memantau kondisi POC tersebut. Tentu saja hal ini merupakan salah satu bentuk pembelajaran aktif yang sangat berharga bagi para siswa boarding. Tanggungjawab mereka, amanah mereka akan diasah melalui tugas yang terkesan sepele ini. Hari demi hari selalu mereka nantikan, karena salah satu bentuk keberhasilan pembuatan pupuk ini adalah dengan aroma yang akan tercium seperti harumnya tape. Jika pupuk sudah dikatakan layak oleh pelatih maka POC siap digunakan oleh para siswa untuk mempersubur tanaman lainnya.



Nah, bagi sobat semua, ternyata banyak permainan yang bernilai edukatif yang bisa mengalihkan dunia kita lho. Dari pada menjadi super hero di dunia maya, lebih baik kita hadapi dunia nyata yang penuh kejutan ini yang akan memberikan kesan yang sarat dengan makna bagi dirimu.
Sampai bertemu kembali pada seri back to nature part berikutnya. Wallahu A’lamu bi Ash-Shawwab.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sosialisasi Program 3 Bulan Sekolah di Mesir